Amazing Trip to "Argopuro" Mountain
Udah lama nih gak naik gunung, jadi inget pengalaman-pengalaman seru waktu di Gunung. salah satu pengalaman seru itu waktu ke Gunung Argopuro tahun 2010 dulu, karena waktu itu adalah pendakian gunung terjauh dan terlama yang pertama kali buat aku. Terus juga dulu itu seru karena kita satu tim yang terdiri dari 6 orang (4 cowok dan 2 cewek) semuanya sama sekali belum pernah kesana, jadi berasa petualangan banget deh!! Pengen tau gimana keseruan kita disana, Check this out guys!! :D
Sebelum cerita perjalanku kesana, sedikit info dulu nih tentang GUNUNG ARGOPURO, bayangin dulu ya:
- Geografi Gunung Argopuro
Nama Gunung :
Argopuro
Letak geografis :
8°00’- 8°30’ LS - 113°30’ -
113°45’ BT
Tinggi Diatas permukaan laut: 3.088 meter
Luas :
14.141 HA
Gunung Argopuro atau Argopura,
termasuk jenis gunung yang mempunyai banyak puncak, terdapat ± 14 puncak di
jajaran Pegunungan Iyang. Terletak di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang,Kabupaten
Bondowoso dan Kabupaten Situbondo dan berada dalam
pengawasan Sub BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) wilayah Jember. Gunung
Argopuro merupakan gunung yang mempunyai jalur pendakian terpanjang diantara
jalur gunung gunung di Pulau Jawa lainnya. Memiliki peninggalan bersejarah dari
Zaman Prasejarah hingga masa pendudukan Jepang.
gunung
ini memiliki keadaan geografis yang indah. Jalurnya yang panjang dipenuhi
dengan sabana, hutan cemara, hutan heterogen serta hutan damar. Banyak sekali
sabana yang diselingi dengan hutan. Sabana kecil yang disebut alun-alun kecil
merupakan sabana pertama yang ditemui melalui jalur baderan. Sabana yang sangat
besar atau cikasur atau Alun-alun
Besar adalah hamparan padang rumput yang luas, dan sebagai landasan pesawat
terbang militer pada saat Tentara pendudukan Jepang, sabana yang dipisahkan oleh sungai ini sangatlah
luas dan terdapan sisa-sisa bangunan belanda pada masa penjajahan yang konon
ceritanya digunakan sebagai tempat pembantaian, hal ini juga merupakan alasan
tempat ini dibilang sangat mistis. Selain itu juga terdapat landasan pesawat terbang.
Selain itu
juga ada bukit berupa sabana yang indah biasanya disebut bukit telletubies
karena mirip dengan bukit di film kartun anak Telletubies. Keadaan geografis
gunung ini berfariasi, pada jalur baderan yang landai dan banyak sabana,
sebelum memasuki sabana akan melalui hutan, begitu seterusnya, sabana lalu
hutan cemara atau perkebunan dan sabana lagi.
Hutan
disini merupakan hutan hujan tropis, hutan heterogen dengan variasi tanaman.
Sayangnya beberapa hutan telah gundul(2010) karena kebakaran, dan penebangan
liar. Selain itu pada terdapat Taman Hidup sebuah danau yang berada pada ketinggian lebih dari 2000 mdpl
di Gunung Argopuro, bibir danau berupa rawa-rawa.
Taman Hidup biasanya digunakan sebagai base camp para pendaki, karena tempatnya yang indah dan datarannya yang lumayan luas, menjadikan tempat ini memungkinkan didirikan beberapa tenda. Sekitar awal tahun 2000an di danau ini dibangun dermaga dari kayu yang menjorok ke danau, sehingga lebih dikenal dengan sebutan Dermaga Taman Hidup. Udara dingin dan kabut tipis selalu menyelimuti permukaan air danau.
Taman Hidup biasanya digunakan sebagai base camp para pendaki, karena tempatnya yang indah dan datarannya yang lumayan luas, menjadikan tempat ini memungkinkan didirikan beberapa tenda. Sekitar awal tahun 2000an di danau ini dibangun dermaga dari kayu yang menjorok ke danau, sehingga lebih dikenal dengan sebutan Dermaga Taman Hidup. Udara dingin dan kabut tipis selalu menyelimuti permukaan air danau.
Gunung ini memiliki 2 puncak yang terkenal yaitu
Puncak Argopuro yang merupakan puncak tertinggi dan Puncak Rengganis. Puncak Rengganis
lebih menarik minat pendaki dari pada puncak Argopuro sebab di atas puncak ini
terdapat reruntuhan kerajaan yang dibangun oleh Raja Majapahit untuk Dewi
Rengganis karena takut kekuasaannya akan direbut oleh Dewi Rengganis ini. Sehingga
di puncak ini terdapat reruntuhan istana Dewi Rengganis tersebut. Bahkan konon
katanya terdapat pula makan Dewi Rengganis beserta para dayang serta pengawal
setianya. Sehingga selain dapat menikmati pemandangan yang ada kita juga dapat
menyaksikan bukti keberadaan sejarah yang ada di gunung ini. Selain nilai
sejarah pada puncak ini juga memiliki keindahan alam yang tidak kalah menarik,
sebaiknya pendaki mencapaipuncak sebelum jam sembilan pagi karena kabut akan
menyelimuti dan membatasi jarak pandang. Pada puncak argopuro yang merupakan
puncak tertinggi memang kurang diminati
para pendaki, selain keadaan medan menuju puncak yang susah dan curam,
pemandangan dipuncak yang dipenuhi pepohonan menjadikan puncak ini kurang
menarik. Pada puncak Argopuro ditandai dengan adanya tumpukan beberapa
batu.
ini batu di puncak Rengganis yg konon katanya kalo kita minum air yg tertampung di dalem batu itu, keinginan kita bakal tercapai. tapi sayang waktu kita kesana, batu itu kering, gak ada isinya. hehe..
Pendakian Gunung Argopuro 2010 ini
berlangsung dari tanggal 23 Juli 2010 hingga 30 Juli 2010.
Rinciannya kayak gini nih :
1. Hari 1, Jum’at, 23 juli 2010.
Pkl.
07.30-07.45 : Upacara pemberangkatan dan pelepasan yang dipimpin oleh Wakil
Rektor III bidang kemahasiswaan Drs.Yusuf.S.H.M.Pd.
Pkl.
07.50-08.00: Perjalanan dari kampus ke stasiun Jebres
Pkl.
08.00-08.30 : Sampai di Stasiun Jebres, membeli tiket, dan sarapan
Pkl.
08.30-09.04: menunggu kereta.Kami naik kereta Sri Tanjung. Jurusan Probolinggo.
Mengingat perjalanan yang jauh sebaiknya memilih di gerbong depan dengan biaya
tambahan 3000 untuk sewa bantal
tim XPDC di stasiun Jebres
Pkl. 09.04-18.03
: Perjalanan dari satsiun Jebres sampai stasiun Probolinggo. Kota-kota yang
kami lewati adalah: Solo-Karang anyar- Sragen- Ngawi- Madiun- Nganjuk- Jombang-
Mojokerto- Sidoarjo- Surabaya- Sidoarjo-
Probolinggo. Pada jam 14.33 kami sampai di stasiun wonokromo dan jam 14.43 kami
sampai di Stasiun Gubeng SBY. Dan disini Kereta berhenti sangat lama, 1 jam lebih. Karena kereta berganti
kepala. Jadi gerbong kereta yang ada didepan dicopot dan dipindah kebelakang.
Baru pada jam 15.41 kereta berangkat. Kereta kembali lagi ke Stasiun Wonokromo-
Sidoarjo. Saat kami sampai di Sidoarjo kami melewati bendungan lumpur Lapindo. Disini kereta berjalan pelan karena
Struktur tanah sudah labil. Dan bendungan ini sekarang malah jadi tempat
wisata. Dan kalau mau, kita bisa mengelilingi bendungan dengan naik ojek dengan
membayar 10.000, Kata penumpang di depan kami. Lalu pada 18.03 kami tiba di
Stasiun Probolinggo.itu berarti kereta terlambat 1 jam 43 menit dari jadwal
yang seharusnya.
Pkl.18.07-18.45:
Kami naik angkot. Dan agak sial karena ban depan tiba2 kempes. Dan butuh waktu
yang tidak sebentar bagi sang supir untuk mengganti ban.
Pkl.18.55-19.25:
Kami naik bis AKAS jurusan ke Besuki. Dan didalam bis kami berbincang-bincang
dengan 2 orang pemuda yang ternyata adalah Mahasiswa dari UNZA Probolinggo.
seorang bernama Jadid, seorang lagi bernama Zaenal arifin,mereka menawari kami
untuk mampir dirumah seorang temannya yang anggota mapala. Sehingga kami tidak
jadi turun besuki, dan kami turun di Pajarakan Probolinggo.
Pkl.19.25-20.20:
menunggu jemputan dari Mapazaha. Mapazaha adalah nama Mapala mereka.
Pkl.20.20-2025:
Perjalanan ke rumah mas.Icuk, salah satu senior Mapazaha. Perjalanan kami kira2
membutuhkan waktu 5menit dengan sepeda motor. Lalu pada jam 20.25 kami sampai
dirumah mas.Icuk. Disini kami mendapat banyak informasi tentang gunung Argopuro
dan tentang masyartakat sekitrar. Diantaranya adalah, masyarakat dari mulai
Jombang,Probolinggo sampai Banyuwangi adalah orang Jawa. Tetapi anehnya mereka
tidak bisa bahasa jawa. Dan dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan
bahasa Madura. Ini karena kuatnya pengaruh budaya madura. Dirumah ini kamin
disambut dengan baik. Dan referensi kami tentang Gunung Argopuro bertambah.
Kami juga ditunjukkan peta gunung Argopuro. Petanya besar ukuran 1x1 meter dan
tidak ada copyannya. Lalu kami diberi diberi selembar Peta yang berisi tentang
sebagian dari gunung Argopuro. Setelah beramah-tamah, kira2 pada jam 21.30 kami
Briefing. Lalu setelah briefing kami berfoto dan kembali bercerita-cerita. Lalu
pada jam 23.00 kami beristirahat.
TIM XPDC di Rumah Mas Icuk
2.Hari ke-2, Sabtu,24 juli 2010.
Pkl. 05.00 : Kami Bangun Tidur, dan bersiap-siap
melanjutkan perjalanan. Setelah
selesai, jam 05.45 kami berjalan ke jalan raya untuk menunggu bis. Dan kami
masih ditemani oleh teman-teman Mapazaha.
Pkl.05.50-0615:
menunggu bis. Sebenarnya
banyak mini bus yang lewat. Tapi
kami dianjurkan naik bis besuki. Karena mini bus nge-temnya lama.
Pkl.
06.15-07.03: Perjalanan dengan bis ke besuki. Setelah sampai besuki kami mencari makan pagi. Lalu setelah itu kami mencari angkutan ke
Baderan
Pkl.
07.55-09.15: Perjalanan ke baderan dengan Colt sayur. Lalu pada jam 7.56 kami
sampai di pasar Widoro Payung. Disini colt nge-tem lama lalu baru pada jam 8.28
colt kembali jalan. Lalu pada jam 9.15 barulah kami sampai di Baderan.
Pkl.
09.30-11.00: Kami beristirahat dan mendaopat pengarahan dari Mas.soeryadi
selaku Penjaga Balai KSDA Baderan. Kamimendapat banyak penjelasan dari beliau.
Diantaranya adalah: Gunug Argopuro adalah termasuk dalam daerah Suaka
Margasatwa Dataran Tinggi Iang. Sehingga bila kami mau memasumi wilayah ini,
termasuk gunung Argopuro kami diharuskan melengkapi Perizinn dengan SIMAKSI (Surat ijin masuk kawasan
konservasi). Sesampainya di KSDA wajib melapor dan menunjukkan surat tugas,
yang mana cukup fotocopiannya, dan menunjukkan SIMAKSI, dan surat asuransi
jiwa. Saat itu kami hanya membawa surat tugas. Kami mendapat konpensasi
mengingat kami sudah melakukan perjalanan jauh, dengan syarat wajib
menyampaikan persyaratan tersebut kepada rekan-rekan lain agar jika ada rekan-rekan yang mau kesana sudah bisa membawa SIMAKSI.
TIM di Pos Baderan
Pkl.
11.00-13.40: Pos Baderan- Pancuran air PDAM.
Pkl.
14.00-17.30: Pada jam 15.47 kami beristirahat. Lalu pad jam 17.00 kami melihat
hewan liar untuk yang pertama kali yaitu lutung hitam. Lalu pad jam 17.30 karena sudah gelap kamipun
memutuskan untuk nge-camp.
Pkl. 17.30-20.00:
Setelah kami mendirikan tenda, kami masak, makan, disana saat kami makan kami
dihampiri seekor tikus kecil dan tikus itu langsung menuju ke nesting mie dan
memakannya. Setelah makan, kami briefing dan kira2 pad jam 20.00 kami mulai
beristirahat.
3.Hari ke-3. Minggu, 25 juli 2010.
Pkl.05.15-07.15:
Pada jam 5.15 kami bangun. Sebagian
memasak dan sebagian lagi packing. Lalu pada jam 07.15 kami selesai makan dan
packing,lalu kami bertemu 3 orang Jombang dan seorang guidenya. Kamipun
berangkat bersama.
Pkl.07.15-08.25: Tempat ngecamp- mata air satu.
Pkl.08.25-09.20: Istirahat di mata air 1. mata air terletak
tidak jauh dengan jalur menurun dan tidak begitu jelas jalurnya bahwa itu jalan
Pkl.09.20-09.45: HM 1, Kami menemui tanda HM 1
HM adalah singkatan
dari Hipometer yaitu ukuran yang menandakan bahwa kami berada 1km dari wilayah
Perhutani dan 1km menuju Suaka Margasatwa.
Pkl.09.45-12.20: alun-alun kecil, sabana pertama dengan sebuah
pohon tumbuh ditengah-tengah
Tanpa kami sadari kami telah melewati mata
air 2, dan kami langsung mendapatka alun2 kecil. Dan kami bertemu dengan temen2 dari Jombang lagi.
Pkl.
12.20-12.45: Istirahat.
Pkl.
12.45-14.10:melalui hutan dan masuk Sabana II. Pemandangannya seperti bukit
teletabies.
Pkl.
12.19-14.50: Istirahat.
Pkl.
14.50-16.15: Pos cikasur.
Di Cikasur kami
bertemu teman2 dari jombang tadi. Dan juga kami bertemu dan berkenalan dengan
teman2 Mapala Gramatepa dari Purwokerto. Dan juga temen2 Mapala Khatulistiwa
dari Jember. Dan sampai saat ini kami masih sering komunikasi. Disini kami
nge-camp dan beristirahat.
Pkl. 19.40-19.50: Briefing. Terus beritirahat.
Di depan pos cikasur
4. Hari ke-4.
Senin, 26 Juli 2010.
Pkl. 06.00-09.00: Kami bangun,
Makan pagi. Packing. Lalu
pada jam 9 kami berangkat. Bareng dengan Temen2 dari Jombang.
Pkl.
09.00-12.30: Cisentor. 140 Hm.
Dari Cikasur sampai Cisentor kami banyak
menemukan Sabana. Dan juga kami banyak melihat kotoran hewan liar. Dan juga
kami mendapatkan daun , yang apabila tersentuh kulit gatel dan perihnya minta
ampun, tapi kami tidak tahu nama dari tumbuhan tersebut. Permukaan daun
tersebut dipenuhi dengan duri-duri kecil yang jika dilihat dari kejauhan tak
tampak berduri.
Gambar tanaman yang sangat gatal
Pkl.
12.30-13.40: Istirahat.
Pkl.
!3.40-15.46 : Rawa Embik.
Pkl.
15.46-16.34: Istirahat.
Pkl. !6.34-17,58 : Sabana. Kami nge-camp.
Jadi, karena hari sudah gelap dan kami
belum mendapatkan pucak juga. Maka kami putuskan untuk ngecamp di sabana kecil
Gambar di rawa embik
5.
Hari ke-5. Selasa, 27 Juli 2010.
Pkl. 04.15-05.15: Kami bangun,
lalu melanjutkan perjalanan.
Pkl. 05.15-05.50: Kami sampai
di Puncak Rengganis.
Pkl.
05.50-08.00: Istirahat, makan pagi, sambil foto2 di Puncak. Di sini kami bertemu lagi dengan teman2 dari
Jombang. Dan sang Guide memberitahu jalan pintas ke-Bremi. Yang ternyata malah
membuat kami tersesat selam kurang lebih 3-jam.
Tim di Puncak Rengganis
Pkl. 08.00-13.00:
Puncak Rengganis-Rawa Embik.
Yang membuat kami
lama adalah, Kami mencoba jalan alternatif yang diberitahukan oleh Guidenya
teman2 dari Jombang. Dan pada pukul 9.30 kami sampai disebuah puncak. Tapi kami
tidak tahu apakah itu puncak Argopuro apa bukan.
ket : Puncak
ke 2
Lalu kami putuskan untuk turun dan kembali
kejalan semula yang menuju Cisentor. Dan pada saat turun inilah kami salah
jalan, sehinnga kami sampai di tebing dan tidak ada jalan lagi. Dan kamipun
harus naik lagi untuk mencari jalan yang tadi. Akhirnya kami menemukan jalan
yang tadi. Lalu kami lanjutkan perjalanan dan sampai di Rowo Embik pada pkl. 13.00.
Pkl.
13.00-13.30: Istirahat.
Pkl.
13.30-14.15: Cisentor.
Di Cisentor kami brtemu dengan Teman2
Gramatepa Purwokerto dan teman2 dari Mapala
Khatulistiwa Jember. Rame, Kami saling bertukar cerita, makanan dan
pengalaman. Lalu kami putuskan untuk nge-camp disini. Hari ini cuaca agak
kurang bersahabat, hujan dari sore sampai malam.
6.
Hari ke-6. Rabu, 28 Juli 2010.
Pkl.
05.00-09.00: Kami bangun, makan pagi, mengeringkan sepatu dan beberapa pakaian.
Inilah yang sedikit menyita waktu. Dan jam 9 kami berangkat.
Pkl.
09.00-15.00: Shelter dan Tikungan. Dan dari tempat ini sudah kelihatan. Bahwa
hutan mulai heterogen.
Pkl.
I5.00-16.12: Kami sampai di sungai kecil. Yang ternyata adalah aliran dari
Danau Taman Hidup.
Pkl.16.12-16.40.
Kami sampai di danau Taman Hidup. Pemandangannya indah, tapi pada waktu itu
tertutup kabut. Dan papan jembatan menuju ke-Dermaga sudah rusak parah. Dan kami
memutuskan untuk nge-camp disini. Dan pada saat kami mencari kayu. Kami
menemukan satu balok kayu, dan pohon2 yang ditebang. Mungkin ini sisa2 dari
illegal logging.
7.
Hari ke-7. Kamis, 29 Juli 2010.
Pkl.05.00-09.15
:Kami bangun jam 5 pagi. Lalu kami mempersiapkan makan pagi, packing. Lalu kami
melanjutkan foto2 di danau Tamn Hidup yang pagi itu cerah.
Pkl.
09.15-13.30: Pada jam 9.15 kami berangkat. Kami berjalan, dan kami kira kami
sudah dijalur yang benar. Tapi
tidak lama kemudian jalannya hilang dan kami masuk hutan belantara. Lalu
kamipun memutuskan untuk kembali ke Taman Hidup untuk mencari jalan. Setelah
sampai taman hidup beberapa dari kami menyusuri danau. Kami berfikir barangkali
jalannya ada di pinggiran danau. Tapi setelah beberapa jam kami tidak mendapat
hasil. Lalu pada jam 13.30 kami menemukan jalannya. Yang ternyata dari Taman
Hidup kita harus naik lagi lalu menemukan pertigaan Bremi-Taman Hidup. Dia
mememukannya karena membaca buku literatur /petunjuk.
Pkl.
13.30-16.20: pada jam 16.20 kami melihat rumah pondokan yang pertama setelah 1
minggu hanya melihat hutan,sabana,hutan, sabana, hati kami merasa senang.
Terrnyata pondokan itu didiami oleh seorang leleki tua penyadap pohon kemenyan.
Usianya sudah 85 th namanya adalah Pak.Bambang orangnya baik dan ramah. Dan
kami sempat bertanya2 sedikit kepada beliau. Ternyata rumahnya ada di Lumajang
dan dia disini hanya untuk bekerja sebagai penjaga dan penyadap pohon kemenyan.
Dan setiap 1-bulan sekali beliau pulang ke Lumajang. Ini bisa menjadi pelajaran
bagi kita semua yaitu. Bahkan di usia yang seTua itu semangat kerjanya masih
tinggi. Dan untuk kita yang muda2, seharusnya kita jangan mau kalh dengan
Pak.bambang, Semangat dan kerja keras. Lalu kami bergegas utuk melanjukan
perjalanan dan kami meninggalkan beberapa logistik kami untuk Pak.Bambang. Dan
kami senang karena beliau mau menerimanya.
Pkl.
16.20-16.40: Istirahat di Pondokan Pak.Bambang.
Pkl.
16.40-16.55: Pos pendakian Bremi.
Tapi pos ini sudah
kosong tidak ada penghuninya. Atapnya banyak yang bolong.
Pos Pak Bambang akan pulang
Pkl.
16.55-17.30: Istirahat di depan pos bremi lalu kami berjalan lagi dan sampai di
warung Argopuro milik mas.Usman. kamipun makan disini dan kami diijinkan untuk
menginap disini. Dari info yang kami dapat dari penduduk lereng Argopuro
wilayah Bremi ini. Mereka berbeda dengan penduduk lereng Argopuro yang ada di
Baderan. Penduduk Bremi jarang yang naik ke gunung Argopuro sehingga tidak ada
guide atau porter bagi par pendaki. Berbeda dengan Baderan yang banyak
penduduknya bisa disewa sebagai guide atau porter untuk naik ke gunung
Argopuro. Dan di daerah ini adalah
sentra sapi perah seperti yang di Boyolali. Pemilik warung inipun juga
memeiliki beberapa Sapi susu perah. Dan ternyata mas.Usman juga memiliki usaha
catering sehingga masakannya enak.
Kami juga
diperbolehkan bermalam di warung Mas Usman.
8.
Hari ke-8. Jum’at, 30 juli 2010.
Pkl. 05.00-07.00: Bangun lalu persiapan melanjutkan perjalanan pulang.
Pkl. 07.00-09.15: Berangkat, naek bis ke terminal, kemudian naik angkot ke Stasiun
Probolinggo.
Pkl. 10.00-10.50: Sampai Stasiun Probolinggo. Kereta berangkat pukul 10.30
Pkl. 10.50-20.30: Perjalanan dengan kereta. Kereta sampai di Stasiun Jebres
pukul 20.30.
Pkl. 20.30-21.00: istirahat sejenak di Stasiun, kemudian dilanjutkan dengan
berjalan menuju jalan raya dan mencari taksi untuk pulang ke kampus.
Pkl. 21.18 : Sampai di
Sekretariat Mapala Arcapada Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Sedikit info juga tantang SIMAKSI nih :
SIMAKSI adalah surat ijin masuk Konservasi yang dikeluarkan dari Surabaya
dan Jember oleh Meltabes Bidang KSDA Wilayak III, Jl. Jawa No.36 Jember 68101.
Telp. (0331)335079 fax (0331) 333584. Surat permohonan SIMAKSI ditunjukkan
kepada Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur. Dengan tembusan Sekretaris
Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, di Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar