Minggu, 29 Maret 2015

ARGOPURO

Amazing Trip to "Argopuro" Mountain


Udah lama nih gak naik gunung, jadi inget pengalaman-pengalaman seru waktu di Gunung. salah satu pengalaman seru itu waktu ke Gunung Argopuro tahun 2010 dulu, karena waktu itu adalah pendakian gunung terjauh dan terlama yang pertama kali buat aku. Terus juga dulu itu seru karena kita satu tim yang terdiri dari 6 orang (4 cowok dan 2 cewek) semuanya sama sekali belum pernah kesana, jadi berasa petualangan banget deh!! Pengen tau gimana keseruan kita disana, Check this out guys!! :D
 Sebelum cerita perjalanku kesana, sedikit info dulu nih tentang GUNUNG ARGOPURO, bayangin dulu ya:
  • Geografi Gunung Argopuro
Nama Gunung                         : Argopuro
Letak geografis                       : 8°00’- 8°30’ LS - 113°30’ - 113°45’ BT
Tinggi Diatas permukaan laut: 3.088 meter
Luas                                        : 14.141 HA
 Gunung Argopuro atau Argopura, termasuk jenis gunung yang mempunyai banyak puncak, terdapat ± 14 puncak di jajaran Pegunungan Iyang. Terletak di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang,Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo dan berada dalam pengawasan Sub BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) wilayah Jember. Gunung Argopuro merupakan gunung yang mempunyai jalur pendakian terpanjang diantara jalur gunung gunung di Pulau Jawa lainnya. Memiliki peninggalan bersejarah dari Zaman Prasejarah hingga masa pendudukan Jepang.
gunung ini memiliki keadaan geografis yang indah. Jalurnya yang panjang dipenuhi dengan sabana, hutan cemara, hutan heterogen serta hutan damar. Banyak sekali sabana yang diselingi dengan hutan. Sabana kecil yang disebut alun-alun kecil merupakan sabana pertama yang ditemui melalui jalur baderan. Sabana yang sangat besar atau cikasur atau Alun-alun Besar adalah hamparan padang rumput yang luas, dan sebagai landasan pesawat terbang militer pada saat Tentara pendudukan Jepang, sabana yang dipisahkan oleh sungai ini sangatlah luas dan terdapan sisa-sisa bangunan belanda pada masa penjajahan yang konon ceritanya digunakan sebagai tempat pembantaian, hal ini juga merupakan alasan tempat ini dibilang sangat mistis. Selain itu juga terdapat landasan  pesawat terbang.
Selain itu juga ada bukit berupa sabana yang indah biasanya disebut bukit telletubies karena mirip dengan bukit di film kartun anak Telletubies. Keadaan geografis gunung ini berfariasi, pada jalur baderan yang landai dan banyak sabana, sebelum memasuki sabana akan melalui hutan, begitu seterusnya, sabana lalu hutan cemara atau perkebunan dan sabana lagi.
Hutan disini merupakan hutan hujan tropis, hutan heterogen dengan variasi tanaman. Sayangnya beberapa hutan telah gundul(2010) karena kebakaran, dan penebangan liar. Selain itu pada terdapat Taman Hidup sebuah danau yang berada pada ketinggian lebih dari 2000 mdpl di Gunung Argopuro, bibir danau berupa rawa-rawa.
Taman Hidup biasanya digunakan sebagai base camp para pendaki, karena tempatnya yang indah dan datarannya yang lumayan luas, menjadikan tempat ini memungkinkan didirikan beberapa tenda. Sekitar awal tahun 2000an di danau ini dibangun dermaga dari kayu yang menjorok ke danau, sehingga lebih dikenal dengan sebutan Dermaga Taman Hidup. Udara dingin dan kabut tipis selalu menyelimuti permukaan air danau.
Gunung ini memiliki 2 puncak yang terkenal yaitu Puncak Argopuro yang merupakan puncak tertinggi dan Puncak Rengganis. Puncak Rengganis lebih menarik minat pendaki dari pada puncak Argopuro sebab di atas puncak ini terdapat reruntuhan kerajaan yang dibangun oleh Raja Majapahit untuk Dewi Rengganis karena takut kekuasaannya akan direbut oleh Dewi Rengganis ini. Sehingga di puncak ini terdapat reruntuhan istana Dewi Rengganis tersebut. Bahkan konon katanya terdapat pula makan Dewi Rengganis beserta para dayang serta pengawal setianya. Sehingga selain dapat menikmati pemandangan yang ada kita juga dapat menyaksikan bukti keberadaan sejarah yang ada di gunung ini. Selain nilai sejarah pada puncak ini juga memiliki keindahan alam yang tidak kalah menarik, sebaiknya pendaki mencapaipuncak sebelum jam sembilan pagi karena kabut akan menyelimuti dan membatasi jarak pandang. Pada puncak argopuro yang merupakan puncak tertinggi  memang kurang diminati para pendaki, selain keadaan medan menuju puncak yang susah dan curam, pemandangan dipuncak yang dipenuhi pepohonan menjadikan puncak ini kurang menarik. Pada puncak Argopuro ditandai dengan adanya tumpukan beberapa batu.


 
ini batu di puncak Rengganis yg konon katanya kalo kita minum air yg tertampung di dalem batu itu, keinginan kita bakal tercapai. tapi sayang waktu kita kesana, batu itu kering, gak ada isinya. hehe..

Pendakian Gunung Argopuro 2010 ini berlangsung dari tanggal 23 Juli 2010 hingga 30 Juli 2010.
Rinciannya kayak gini nih : 
1. Hari 1, Jum’at, 23 juli 2010.
Pkl. 07.30-07.45 : Upacara pemberangkatan dan pelepasan yang dipimpin oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Drs.Yusuf.S.H.M.Pd.
Pkl. 07.50-08.00: Perjalanan dari kampus ke stasiun Jebres
Pkl. 08.00-08.30 : Sampai di Stasiun Jebres, membeli tiket, dan sarapan
Pkl. 08.30-09.04: menunggu kereta.Kami naik kereta Sri Tanjung. Jurusan Probolinggo. Mengingat perjalanan yang jauh sebaiknya memilih di gerbong depan dengan biaya tambahan 3000 untuk sewa bantal

tim XPDC di stasiun Jebres
Pkl. 09.04-18.03 : Perjalanan dari satsiun Jebres sampai stasiun Probolinggo. Kota-kota yang kami lewati adalah: Solo-Karang anyar- Sragen- Ngawi- Madiun- Nganjuk- Jombang- Mojokerto- Sidoarjo- Surabaya-  Sidoarjo- Probolinggo. Pada jam 14.33 kami sampai di stasiun wonokromo dan jam 14.43 kami sampai di Stasiun Gubeng SBY. Dan disini Kereta berhenti sangat lama, 1 jam lebih. Karena kereta berganti kepala. Jadi gerbong kereta yang ada didepan dicopot dan dipindah kebelakang. Baru pada jam 15.41 kereta berangkat. Kereta kembali lagi ke Stasiun Wonokromo- Sidoarjo. Saat kami sampai di Sidoarjo kami melewati bendungan lumpur Lapindo. Disini kereta berjalan pelan karena Struktur tanah sudah labil. Dan bendungan ini sekarang malah jadi tempat wisata. Dan kalau mau, kita bisa mengelilingi bendungan dengan naik ojek dengan membayar 10.000, Kata penumpang di depan kami. Lalu pada 18.03 kami tiba di Stasiun Probolinggo.itu berarti kereta terlambat 1 jam 43 menit dari jadwal yang seharusnya.
Pkl.18.07-18.45: Kami naik angkot. Dan agak sial karena ban depan tiba2 kempes. Dan butuh waktu yang tidak sebentar bagi sang supir untuk mengganti ban.
Pkl.18.55-19.25: Kami naik bis AKAS jurusan ke Besuki. Dan didalam bis kami berbincang-bincang dengan 2 orang pemuda yang ternyata adalah Mahasiswa dari UNZA Probolinggo. seorang bernama Jadid, seorang lagi bernama Zaenal arifin,mereka menawari kami untuk mampir dirumah seorang temannya yang anggota mapala. Sehingga kami tidak jadi turun besuki, dan kami turun di Pajarakan Probolinggo.
Pkl.19.25-20.20: menunggu jemputan dari Mapazaha. Mapazaha adalah nama Mapala mereka.
Pkl.20.20-2025: Perjalanan ke rumah mas.Icuk, salah satu senior Mapazaha. Perjalanan kami kira2 membutuhkan waktu 5menit dengan sepeda motor. Lalu pada jam 20.25 kami sampai dirumah mas.Icuk. Disini kami mendapat banyak informasi tentang gunung Argopuro dan tentang masyartakat sekitrar. Diantaranya adalah, masyarakat dari mulai Jombang,Probolinggo sampai Banyuwangi adalah orang Jawa. Tetapi anehnya mereka tidak bisa bahasa jawa. Dan dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Madura. Ini karena kuatnya pengaruh budaya madura. Dirumah ini kamin disambut dengan baik. Dan referensi kami tentang Gunung Argopuro bertambah. Kami juga ditunjukkan peta gunung Argopuro. Petanya besar ukuran 1x1 meter dan tidak ada copyannya. Lalu kami diberi diberi selembar Peta yang berisi tentang sebagian dari gunung Argopuro. Setelah beramah-tamah, kira2 pada jam 21.30 kami Briefing. Lalu setelah briefing kami berfoto dan kembali bercerita-cerita. Lalu pada jam 23.00 kami beristirahat.
        TIM XPDC di Rumah Mas Icuk                

2.Hari ke-2, Sabtu,24 juli 2010.
   Pkl. 05.00       : Kami Bangun Tidur, dan bersiap-siap melanjutkan perjalanan. Setelah selesai, jam 05.45 kami berjalan ke jalan raya untuk menunggu bis. Dan kami masih ditemani oleh teman-teman Mapazaha.
Pkl.05.50-0615: menunggu bis. Sebenarnya banyak mini bus yang lewat. Tapi kami dianjurkan naik bis besuki. Karena mini bus nge-temnya lama.
Pkl. 06.15-07.03: Perjalanan dengan bis ke besuki. Setelah sampai besuki kami mencari makan pagi. Lalu setelah itu kami mencari angkutan ke Baderan
Pkl. 07.55-09.15: Perjalanan ke baderan dengan Colt sayur. Lalu pada jam 7.56 kami sampai di pasar Widoro Payung. Disini colt nge-tem lama lalu baru pada jam 8.28 colt kembali jalan. Lalu pada jam 9.15 barulah kami sampai di Baderan.
Pkl. 09.30-11.00: Kami beristirahat dan mendaopat pengarahan dari Mas.soeryadi selaku Penjaga Balai KSDA Baderan. Kamimendapat banyak penjelasan dari beliau. Diantaranya adalah: Gunug Argopuro adalah termasuk dalam daerah Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Iang. Sehingga bila kami mau memasumi wilayah ini, termasuk gunung Argopuro kami diharuskan melengkapi Perizinn dengan SIMAKSI (Surat ijin masuk kawasan konservasi). Sesampainya di KSDA wajib melapor dan menunjukkan surat tugas, yang mana cukup fotocopiannya, dan menunjukkan SIMAKSI, dan surat asuransi jiwa. Saat itu kami hanya membawa surat tugas. Kami mendapat konpensasi mengingat kami sudah melakukan perjalanan jauh, dengan syarat wajib menyampaikan persyaratan tersebut kepada rekan-rekan lain agar jika ada rekan-rekan yang mau kesana sudah bisa membawa SIMAKSI.
TIM di Pos Baderan
Pkl. 11.00-13.40: Pos Baderan- Pancuran air PDAM.
Pkl. 14.00-17.30: Pada jam 15.47 kami beristirahat. Lalu pad jam 17.00 kami melihat hewan liar untuk yang pertama kali yaitu lutung hitam. Lalu pad jam 17.30 karena sudah gelap kamipun memutuskan untuk nge-camp.
Pkl. 17.30-20.00: Setelah kami mendirikan tenda, kami masak, makan, disana saat kami makan kami dihampiri seekor tikus kecil dan tikus itu langsung menuju ke nesting mie dan memakannya. Setelah makan, kami briefing dan kira2 pad jam 20.00 kami mulai beristirahat.

3.Hari ke-3. Minggu, 25 juli 2010.
Pkl.05.15-07.15: Pada jam 5.15 kami bangun. Sebagian memasak dan sebagian lagi packing. Lalu pada jam 07.15 kami selesai makan dan packing,lalu kami bertemu 3 orang Jombang dan seorang guidenya. Kamipun berangkat bersama.
Pkl.07.15-08.25:  Tempat ngecamp- mata air satu.
Pkl.08.25-09.20:  Istirahat di mata air 1. mata air terletak tidak jauh dengan jalur menurun dan tidak begitu jelas jalurnya bahwa itu jalan
Pkl.09.20-09.45:  HM 1, Kami menemui tanda HM 1
                             HM adalah singkatan dari Hipometer yaitu ukuran yang menandakan bahwa kami berada 1km dari wilayah Perhutani dan 1km menuju Suaka Margasatwa.
Pkl.09.45-12.20:  alun-alun kecil, sabana pertama dengan sebuah pohon tumbuh ditengah-tengah
                             Tanpa kami sadari kami telah melewati mata air 2, dan kami langsung mendapatka alun2 kecil. Dan kami bertemu dengan temen2 dari Jombang lagi.
Pkl. 12.20-12.45: Istirahat.
Pkl. 12.45-14.10:melalui hutan dan masuk Sabana II. Pemandangannya seperti bukit teletabies.
Pkl. 12.19-14.50: Istirahat.
Pkl. 14.50-16.15: Pos cikasur.
                             Di Cikasur kami bertemu teman2 dari jombang tadi. Dan juga kami bertemu dan berkenalan dengan teman2 Mapala Gramatepa dari Purwokerto. Dan juga temen2 Mapala Khatulistiwa dari Jember. Dan sampai saat ini kami masih sering komunikasi. Disini kami nge-camp dan beristirahat.
Pkl. 19.40-19.50: Briefing. Terus beritirahat.
Di depan  pos cikasur
4. Hari ke-4. Senin, 26 Juli 2010.
Pkl. 06.00-09.00: Kami bangun, Makan pagi. Packing. Lalu pada jam 9 kami berangkat. Bareng dengan Temen2 dari Jombang.
Pkl. 09.00-12.30: Cisentor. 140 Hm.
                             Dari Cikasur sampai Cisentor kami banyak menemukan Sabana. Dan juga kami banyak melihat kotoran hewan liar. Dan juga kami mendapatkan daun , yang apabila tersentuh kulit gatel dan perihnya minta ampun, tapi kami tidak tahu nama dari tumbuhan tersebut. Permukaan daun tersebut dipenuhi dengan duri-duri kecil yang jika dilihat dari kejauhan tak tampak berduri.

 
Gambar tanaman yang sangat gatal
Pkl. 12.30-13.40: Istirahat.
Pkl. !3.40-15.46 : Rawa Embik.
Pkl. 15.46-16.34: Istirahat.
Pkl. !6.34-17,58 : Sabana. Kami nge-camp.
                             Jadi, karena hari sudah gelap dan kami belum mendapatkan pucak juga. Maka kami putuskan untuk ngecamp di sabana kecil


Gambar di rawa embik
5.      Hari ke-5. Selasa, 27 Juli 2010.
Pkl. 04.15-05.15: Kami bangun, lalu melanjutkan perjalanan.
Pkl. 05.15-05.50: Kami sampai di Puncak Rengganis.
Pkl. 05.50-08.00: Istirahat, makan pagi, sambil foto2 di Puncak. Di sini kami bertemu lagi dengan teman2 dari Jombang. Dan sang Guide memberitahu jalan pintas ke-Bremi. Yang ternyata malah membuat kami tersesat selam kurang lebih 3-jam.
                                                 Tim di Puncak Rengganis
Pkl. 08.00-13.00: Puncak Rengganis-Rawa Embik.
                             Yang membuat kami lama adalah, Kami mencoba jalan alternatif yang diberitahukan oleh Guidenya teman2 dari Jombang. Dan pada pukul 9.30 kami sampai disebuah puncak. Tapi kami tidak tahu apakah itu puncak Argopuro apa bukan. 

ket : Puncak ke 2
                             Lalu kami putuskan untuk turun dan kembali kejalan semula yang menuju Cisentor. Dan pada saat turun inilah kami salah jalan, sehinnga kami sampai di tebing dan tidak ada jalan lagi. Dan kamipun harus naik lagi untuk mencari jalan yang tadi. Akhirnya kami menemukan jalan yang tadi. Lalu kami lanjutkan perjalanan dan sampai di Rowo Embik pada pkl. 13.00.
Pkl. 13.00-13.30: Istirahat.
Pkl. 13.30-14.15: Cisentor.
                              Di Cisentor kami brtemu dengan Teman2 Gramatepa Purwokerto dan teman2 dari Mapala  Khatulistiwa Jember. Rame, Kami saling bertukar cerita, makanan dan pengalaman. Lalu kami putuskan untuk nge-camp disini. Hari ini cuaca agak kurang bersahabat, hujan dari sore sampai malam.
6.      Hari ke-6. Rabu, 28 Juli 2010.
Pkl. 05.00-09.00: Kami bangun, makan pagi, mengeringkan sepatu dan beberapa pakaian. Inilah yang sedikit menyita waktu. Dan jam 9 kami berangkat.
Pkl. 09.00-15.00: Shelter dan Tikungan. Dan dari tempat ini sudah kelihatan. Bahwa hutan mulai heterogen.
Pkl. I5.00-16.12: Kami sampai di sungai kecil. Yang ternyata adalah aliran dari Danau Taman Hidup.
Pkl.16.12-16.40. Kami sampai di danau Taman Hidup. Pemandangannya indah, tapi pada waktu itu tertutup kabut. Dan papan jembatan  menuju ke-Dermaga sudah rusak parah. Dan kami memutuskan untuk nge-camp disini. Dan pada saat kami mencari kayu. Kami menemukan satu balok kayu, dan pohon2 yang ditebang. Mungkin ini sisa2 dari illegal logging.

7.      Hari ke-7. Kamis, 29 Juli 2010.
Pkl.05.00-09.15 :Kami bangun jam 5 pagi. Lalu kami mempersiapkan makan pagi, packing. Lalu kami melanjutkan foto2 di danau Tamn Hidup yang pagi itu cerah.
Pkl. 09.15-13.30: Pada jam 9.15 kami berangkat. Kami berjalan, dan kami kira kami sudah dijalur yang benar. Tapi tidak lama kemudian jalannya hilang dan kami masuk hutan belantara. Lalu kamipun memutuskan untuk kembali ke Taman Hidup untuk mencari jalan. Setelah sampai taman hidup beberapa dari kami menyusuri danau. Kami berfikir barangkali jalannya ada di pinggiran danau. Tapi setelah beberapa jam kami tidak mendapat hasil. Lalu pada jam 13.30 kami menemukan jalannya. Yang ternyata dari Taman Hidup kita harus naik lagi lalu menemukan pertigaan Bremi-Taman Hidup. Dia mememukannya karena membaca buku literatur /petunjuk.
Pkl. 13.30-16.20: pada jam 16.20 kami melihat rumah pondokan yang pertama setelah 1 minggu hanya melihat hutan,sabana,hutan, sabana, hati kami merasa senang. Terrnyata pondokan itu didiami oleh seorang leleki tua penyadap pohon kemenyan. Usianya sudah 85 th namanya adalah Pak.Bambang orangnya baik dan ramah. Dan kami sempat bertanya2 sedikit kepada beliau. Ternyata rumahnya ada di Lumajang dan dia disini hanya untuk bekerja sebagai penjaga dan penyadap pohon kemenyan. Dan setiap 1-bulan sekali beliau pulang ke Lumajang. Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua yaitu. Bahkan di usia yang seTua itu semangat kerjanya masih tinggi. Dan untuk kita yang muda2, seharusnya kita jangan mau kalh dengan Pak.bambang, Semangat dan kerja keras. Lalu kami bergegas utuk melanjukan perjalanan dan kami meninggalkan beberapa logistik kami untuk Pak.Bambang. Dan kami senang karena beliau mau menerimanya.
Pkl. 16.20-16.40: Istirahat di Pondokan Pak.Bambang.                    
Pkl. 16.40-16.55: Pos pendakian Bremi.
                             Tapi pos ini sudah kosong tidak ada penghuninya. Atapnya banyak yang bolong.



   Pos Pak Bambang akan pulang                          

Pkl. 16.55-17.30: Istirahat di depan pos bremi lalu kami berjalan lagi dan sampai di warung Argopuro milik mas.Usman. kamipun makan disini dan kami diijinkan untuk menginap disini. Dari info yang kami dapat dari penduduk lereng Argopuro wilayah Bremi ini. Mereka berbeda dengan penduduk lereng Argopuro yang ada di Baderan. Penduduk Bremi jarang yang naik ke gunung Argopuro sehingga tidak ada guide atau porter bagi par pendaki. Berbeda dengan Baderan yang banyak penduduknya bisa disewa sebagai guide atau porter untuk naik ke gunung Argopuro.  Dan di daerah ini adalah sentra sapi perah seperti yang di Boyolali. Pemilik warung inipun juga memeiliki beberapa Sapi susu perah. Dan ternyata mas.Usman juga memiliki usaha catering sehingga masakannya enak.
                             Kami juga diperbolehkan bermalam di warung Mas Usman.

8.      Hari ke-8. Jum’at, 30 juli 2010.
Pkl. 05.00-07.00: Bangun lalu persiapan melanjutkan perjalanan pulang.
Pkl. 07.00-09.15: Berangkat, naek bis ke terminal, kemudian naik angkot ke Stasiun Probolinggo.
Pkl. 10.00-10.50: Sampai Stasiun Probolinggo. Kereta berangkat pukul 10.30
Pkl. 10.50-20.30: Perjalanan dengan kereta. Kereta sampai di Stasiun Jebres pukul 20.30.
Pkl. 20.30-21.00: istirahat sejenak di Stasiun, kemudian dilanjutkan dengan berjalan menuju jalan raya dan mencari taksi untuk pulang ke kampus.
Pkl. 21.18            : Sampai di Sekretariat Mapala Arcapada Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Sedikit info juga tantang SIMAKSI nih :
SIMAKSI adalah surat ijin masuk Konservasi yang dikeluarkan dari Surabaya dan Jember oleh Meltabes Bidang KSDA Wilayak III, Jl. Jawa No.36 Jember 68101. Telp. (0331)335079 fax (0331) 333584. Surat permohonan SIMAKSI ditunjukkan kepada Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur. Dengan tembusan Sekretaris Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, di Jakarta

 







  Oke deh segini dulu cerita tentang Argopuro. Udah lama banget ternyata pendakianku kesana, beberapa kali pengen mengulangi maen-maen kesana lagi tapi belum ada kesempatan. Semoga next time yah.. Amin :)

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar